Seorang Muhammad dalam hidupku

by eliabarasila

Bermula ketika Najla tidak lagi menyukai Sekolah nya, tiap kenaikan Kelas adalah percobaan. Dalam keseharian ià pun tak suka pelajaran umum. Semua dikerjain nya dengan asal asalan. Pokoknya asal selesai. Tapi kenapa kalau mengulang hafalan surah ià begitu bersemangat, senyuman terlihat ketika ià mampir menambah ayat ataupun menyelesaikan satu surah dgn baik. Hafalannya bertambah, demikian juga dengan hafalanku. 

Bulankah ini suatu pertanda, bahwa ià akan lebih baik menjadi seorang hafidzah terlebih dulu? 

Yah, tak mengapa. Dan bukankah aku seharusnya bersyukur. Meskipun ià tak lagi masuk Sekolah biasa, kupindahkan ià ke Sekolah Hafiz Quran. In sya Allah tahun ajaran baru ini ià bisa berhubungan dgn sembuh Sekolah Hafiz Quran Di daerah mega mendung. ..amiin. 

Bukankah kehidupan kita ujungnya adalah kematian. Dan menjadikan seorang Anak kita menjadi Hafiz Quran kurasa adalah Impian tiap ibu yg mengerti Dan paham akan makna seorang Hafidzah dalam kehidupannya.

Lagi pula kupikir, materi pendidikan SD masih bisa dipelajari setelah ià selesai 30 juz. 

Menurutku pendidikan untuk seorang Anak, yg pertama adalah akhlak, Dan untuk itu yang akan kuajarkan adalah akhlak Al Quran. Kisi kisi penting dalam kehidupan akan ià dapat kan semua dalam Al Quran. Semua aturan daily life Dari awal terjadinya manusia things  ia meninggal, semua ada. Bahkan contoh2 lidah manusia jahat yg tidak pantas ditiru sbg pelajaran jumat sekarang pun ada. Demikian juga dgn ilmu pengetahuan things akhirnya sama pun ada. Tapi khusus yg satu itu hanya untuk orang2 yg mau berpikir.

Berikutnya seorang Anak perlu belajar mathematics, karena Di setiap sending kehidupan manusia, pasti ada matematicians. So jadi ini penting.